Rabu, 20 Maret 2013

Tokoh Musik Klasik Indonesia

IDRIS SARDI
Violis, Ogah Dipanggil Maestro

Violis ternama Idris Sardi sudah lama tak terdengar gesekan biolanya. Ternyata, ia juga tak luput dari kegalauan atas pelbagai kejadian yang menimpa bangsa dan negerinya. Saat rasa sakit masih sering mengganggu di perutnya, ia tetap sibuk kegiatan rekaman. Menyongsong datangnya peringatan hari lahirnya yang ke-65, 7 Juni 2003, rupanya Idris tengah mempersiapkan satu acara khusus.
Pertama, sebagai ungkapan rasa syukurnya kepada Tuhan yang telah memberikan talenta besar kepadanya, dan berikutnya juga untuk tumpah darah yang ia cintai.
Melalui diskusi panjang, Sabtu (22/3) di Jakarta, Idris yang didampingi istrinya, Ratih Putri, dan Joan Henuhili Raturandang, mantan Putri Kawanua yang kini menangani JPR (pelaksana Konser 65 Tahun Idris Sardi), Idris memberi gambaran tentang acara yang akan ia gelar tanggal 18 Juni 2003 di sebuah hotel di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.
Violis yang sudah 58 tahun menggeluti biola dan tahun ini akan memperingati setengah abad menjadi pemusik profesional itu menyatakan, akan tetap memilih permainan biola dengan sentuhan roh etnis Indonesia, meski dari kecil ia juga mendapat latihan keras dalam permainan biola klasik Barat.
"Tuhan, kan, bukannya tanpa maksud apa-apa melahirkan saya di Indonesia. Pastilah saya dipesan untuk bisa memainkan keroncong, dan bahkan dangdut," simpulnya. Itu juga menyebabkan mengapa Idris tetap memilih tinggal di Indonesia, walaupun ada tawaran untuk pindah ke Jepang dan Taiwan.
Memang, pada konser tanggal 9 Agustus 1994 memperingati HUT Ke-29 Harian Kompas, Idris sempat "pamit" dari permainan biola. Tetapi, rupanya setelah itu ia masih punya sesuatu yang ingin ia persembahkan bagi negaranya. (nin)
Di Mata Musisi Muda
Bagi sebagian kalangan, Idris Sardi masih diakui sebagai salah satu maestro biola di tanah air. Kemampuannya mengolah biola, kata musikus Addie MS, memiliki daya tarik khusus. Lewat insrumen biola yang digelutinya sejak kecil, Idris Sardi menawarkan keandalan menciptakan repertoar-repertoar terbaik.
Idris juga memiliki kemampuan untuk menampilkan suasana tertentu khususnya menimbulkan efek brilian dan dramatik. Ini tidak dijumpai dalam permainan biola Luluk Purwanto. Nuansa-nuansa subtil dari lembut ke keras, menampilkan suasana emosional yang variatif. Ringkasnya, biola Idris menawarkan jangkauan dan dimensi perasaan yang amat luas

ANANDA SUKARLAN

Ananda Sukarlan (lahir di Jakarta, 10 Juni 1968; umur 41 tahun) adalah pianis asal Indonesia yang menetap di Spanyol. Namanya lebih dikenal di kalangan musik klasik. Ia menjadi satu-satunya orang Indonesia dalam buku "The 2000 Outstanding Musicians of the 20th Century", yang berisikan riwayat hidup 2000 orang yang dianggap berdedikasi pada dunia musik.
Riwayat hidup
Ananda kecil telah belajar bermain piano sejak kecil. Selulusnya dari SMA Kolese Kanisius Jakarta pada tahun 1986, ia belajar ke Amerika Serikat, dilanjutkan ke Den Haag, Belanda. Di tempat terakhir ini ia meraih master dengan predikat summa cum laude. kesempatan bersekolah di Eropa ini dipakainya untuk mengikuti berbagai kompetisi piano internasional.
Saat ini Andy, begitu ia disapa, sering diundang atau terlibat dalam konser simfoni orkestra di Eropa atau bermain tunggal. Ia menyebut dirinya bermain dengan genre "musik sastra", bukan musik klasik. Dalam setahun ia dapat mengadakan pertunjukan 60 - 80 kali (5-7 kali per bulan).
Putra pasangan Letkol. Sukarlan dan Poppy Kumudastuti ini menikah dengan Raquel Gomez asal Spanyol dan memiliki seorang putri.

CRISYE SABDA ALAM

Tidak dapat dipungkiri bahwa Chrisye adalah merupakan salah satu legenda musik pop Indonesia dan banyak juga yang menjadikannya sebagai salah satu referensi di dunia musik. Pada postingan kali ini saya akan mencoba mengulas sedikit tentang biografi, profil dan perjalan karir dari penyanyi legendaris Indonesia ini.
Chrisye sendiri lahir di Jakarta pada tanggal 16 September 1942 dengan nama asli Chrismansyah Rahardi. Karirnya di dunia musik diawali ketia ia bergabung dengan sebuah band bernama “Sabda Nada“ di tahun 1968. Satu tahun kemudian band ini bermetamorfosis menjadi GIPSY Band, yang beranggotakan, Gauri Nasution (gitar), Onan (keyboard), Tammy (trumpet / saksofon)., Kaenan Nasution (drum), Chrisye (bass), dan Artur Harahap sebagai vokalisnya.
GIPSY Band pernah menggelar konser di Taman Isamil Marzuki, Jakarta pada tahun 1970. Di tahun yang sama mereka juga pernah manggung di Ramayana Restaurant di New York, Amerika. Di New York, Chrisye juga sempat bergabung dengan band “The Pros”, yang beranggotakan Alm. Broery Marantika, Dimas Wahab, Pomo Ronnie Makasutji, dan Abadi Soesman. Sekembalinya di Indonesia, Chrisye bergabung dengan Gurush Soekarno Putra dan membuat sebuah album rekaman bertitle “Guruh Gipsy”.
Di tahun 1977, Chrisye memutuskan untuk bersolo karir dan berhasil mempopulerkan lagu “Lilin – Lilin Kecil” ciptaan James F Sundah dan berhasil membawa Chrisye memenangkan lomba karya Cipta Lagu Remaja Prambors (LCLR). Semenjak itu, karir Chrisye sebagai penyanyi semakin berkibar.
Album “Badai Pasti Berlalu”, “Sabda Alam” dan hampir semua album yang dirilis Chrisye sukses di pasaran. Bahkan Chrisye juga berhasil menggondol penghargaan BASF Award & Golden Records berkat album “Aku Cinta Dia“ dan juga Silver Records untuk album “Hip Hip Hura”
Selain di dunia musik, Chrisye juga pernah tampil di layar lebar, yakni dalam film “Seindah Rembulan” bersama Iis Sugianto serta menjadi bintang tamu dalam film “Gita Cinta Dari SMA”. Video Clip Chrisye yang berjudul “Cintamu Telah Berlalu” merupakan video clip Indonesai pertama yang ditanyakan di MTV.

GESANG MARTOHARTONO

Gesang atau lengkapnya Gesang Martohartono (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 1 Oktober 1917 – meninggal di Surakarta, Jawa Tengah, 20 Mei 2010 pada umur 92 tahun) adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu asal Indonesia. Dikenal sebagai "maestro keroncong Indonesia," ia terkenal lewat lagu Bengawan Solo ciptaannya, yang terkenal di Asia, terutama di Indonesia dan Jepang. Lagu 'Bengawan Solo' ciptaannya telah diterjemahkan kedalam, setidaknya, 13 bahasa (termasuk bahasa Inggris, bahasa Tionghoa, dan bahasa Jepang)
Gesang tinggal di di Jalan Bedoyo Nomor 5 Kelurahan Kemlayan, Serengan, Solo bersama keponakan dan keluarganya, setelah sebelumnya tinggal di rumahnya Perumnas Palur pemberian Gubernur Jawa Tengah tahun 1980 selama 20 tahun. Ia telah berpisah dengan istrinya tahun 1962. Selepasnya, memilih untuk hidup sendiri. Ia tak mempunyai anak.
Gesang pada awalnya bukanlah seorang pencipta lagu. Dulu, ia hanya seorang penyanyi lagu-lagu keroncong untuk acara dan pesta kecil-kecilan saja di kota Solo. Ia juga pernah menciptakan beberapa lagu, seperti; Keroncong Roda Dunia, Keroncong si Piatu, dan Sapu Tangan, pada masa perang dunia II. Sayangnya, ketiga lagu ini kurang mendapat sambutan dari masyarakat.
Sebagai bentukpenghargaan atas jasanya terhadap perkembangan musik keroncong, pada tahun 1983 Jepang mendirikan Taman Gesang di dekat Bengawan Solo. Pengelolaan taman ini didanai oleh Dana Gesang, sebuah lembaga yang didirikan untuk Gesang di Jepang.Tahun 2007, Gesdang dirawat di rumah sakit PKU Solo dan menjalani operasi prostat. Di Januari 2010, Gesang masuk rumah sakit kembali, tak lama kemudian Gesang pulang.
Selanjutnya, Gesang masuk rumah sakit Rabu 13 Mei karena gangguan pernafasan dan infeksi kandungan kemih. Minggu, 16 Mei Gesang masuk ICU RSU Solo karena mengalami penurunan tekanan darah. Selasa, 18 Mei Gesang digosipkan meninggal dunia, akan tetapi kabar tersebut ternyata salah.

Lagu-lagu ciptaan Gesang
* Bengawan Solo
* Jembatan Merah
* Pamitan (versi bahasa Indonesia dipopulerkan oleh Broery Pesulima)
* Caping Gunung
* Ali-ali
* Andheng-andheng

ISMAIL MARZUKI

 Ismail Marzuki adalah sastrawan dan budayawan terkemuka Indonesia, sekaligus komposer besar Indonesia. Untuk menghormati jasa dan karyanya pemerintah mendirikan pusat kebudayaan dan sastra di Salemba Jakarta Pusat yang diberi nama Taman Ismail Marzuki. Pada tahun 2004 dia dinobatkan menjadi salah seorang tokoh pahlawan nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden berdasarkan SK No 089/TK/tahun 2004. Ismail Marzuki adalah putra Betawi asli dengan panggilan akrab Maing. Ia menjadi maestro musik dan berpredikat sebagai komponis pejuang legendaris. Lagu-lagu ciptaannya terkenal dan mampu menggugah semangat juang dan jiwa nasionalisme Indonesia.
Biografi Ismail Marzuki
Nama
Ismail Marzuki
Tanggal lahir
11 Mei 1914
Tempat lahir
Kwitang, Senen Jakarta Pusat
Wafat
Jakarta
Makam
Jakarta
Lagu-lagu ciptaan
Aryati,Gugur Bunga,Melati di Tapal Batas (1947),Wanita,Rayuan Pulau Kelapa,Sepasang Mata Bola (1946),Bandung Selatan di Waktu Malam (1948),O Sarinah (1931),Keroncong Serenata,Kasim Baba,Bandaneira,Lenggang Bandung,Sampul Surat,Karangan Bunga dari Selatan,Selamat Datang Pahlawan Muda (1949),Juwita Malam,Sabda Alam,Roselani,Rindu Malam,Indonesia Pusaka, Halo, Halo Bandung

Ismail Marzuki mulai mencipta lagu mulai tahun 1931 dengan lagu pertama berjudul O Sarinah yang menggambarkan suatu kehidupan sebuah bangsa yang tertindas. Setelah itu sekitar 250 lagu berhasil ia ciptakan dalam kurun waktu tahun 1930-1950. Lagu-lagunya memiliki bermacam-macam tema dan aliran musik. Puluhan lagu Ismail Marzuki dirilis ulang oleh artis-artis top hingga kini. Ismail Marzuki terkenal keahliannya membuat lirik lagu yang sederhana namun mempunyai syair yang kuat dan melodius serta tidak lekang oleh waktu. Gelar maestro musik Indonesia pantas disandangnya.

PRANAWENGRUM KATAMSI

Pranawengrum Katamsi salah seorang penyanyi seriosa terbaik Indonesia sehingga dijuluki Ibu Seriosa Indonesia, meninggal dunia dalam usia 63 tahun, Senin 4 September 2006 pukul 13.50 di RSAL Mintohardjo, Jakarta. Peraih bintang radio tingkat nasional 1964,1965, 1966 dan 1968 serta 1974, 1975 dan 1980, kelahiran Yogyakarta 28 Maret 1943, itu menderita penyakit gagal ginjal yang mengalami komplikasi ke paru-paru dan jantung.
Selama satu bulan, isteri dari dr Amoroso Katamsi (menikah 27 Januari 1964), sempat dirawat di rumah sakit. Pranawengrum yang akrab dipanggil sahabatnya Rum, itu meninggalkan tiga anak yang aktif di bidang musik, yaitu Ratna Arumasari (41), Doddy Keswara Kartikajaya (39), dan Ratna Kusumaningrum (Aning Katamsi, 37).
Jenazah puteri pasangan RM Surachmad Padmorahardjo dan Oemi Salamah, itu disemayamkan di Jalan Kamper 9, Kompleks Angkatan Laut Pangkalan Jati, Jakarta Selatan. Jenazahnya dimakamkan hari Selasa pagi 5 September 2006 di pemakaman Pangkalan Jati.
Pranawengrum mewarisi bakat seni musik dari ayahnya, RM Surachmad Padmorahardjo, seorang pemain biola. Bakat alam di bidang olah suara itu pertama kali dikembangkan Nathanael Daldjoeni, Kepala SMA BOPKRI II Yogyakarta, yang juga seorang penggubah lagu dan pemerhati musik.Dari Nathanel dia mulai mendengar dan mengenal seriosa. Sejak itu, kecintaan Rum pada seriosa bertumbuh. Dia merasa lagu seriosa itu indah. Kemudian timbul keinginan menjadi penyanyi seriosa. Dia pun belajar olah vokal seriosa.
Kemudian tahun 1961, Rum mengikuti lomba nyanyi pelajar se-Indonesia jenis seriosa dan berhasil meraih juara pertama. Lalu, Rum mengikuti pemilihan Bintang Radio tingkat lokal Yogyakarta dan berhasil meraih juara kedua. Tahun 1962, Rum mengikuti lomba Bintang Radio tingkat nasional dan menjadi juara harapan.Setelah itu, Rum meningkatkan latihan olah vokal di bawah bimbingan Suthasoma, Suwandi, Nortier Simanungkalit, dan Kusbini.Dia pun kemudian mengikuti lomba Bintang Radio tingkat nasional 1964 mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta dan berhasil meraih gelar juara pertama. Gelar juara Bintang Radio untuk jenis seriosa pun menjadi milik Rum pada tahun 1965 dan 1966, serta tahun 1968.Setelah itu dia dan keluarga Katamsi bermukim di Jakarta. Rum masih giat berlatih meningkatkan olah vokalnya di bawah bimbingan Pranadjaja, FX Sutopo, Sunarto Sunaryo, dan Anette Frambach. Apalagi dia mendapat dukungan penuh dari suami Amoroso Katamsi, seorang dokter, perwira Angkatan Laut, yang juga pernah menekuni seni suara.Kemudian Rum mengikuti lagi ajang Bintang Radio tingkat nasional mewakili DKI Jakarta dan berhasil meraih juara pertama tahun 1974, 1975, dan 1980.
Atas berbagai prestasi itu Rum mendapat penghargaan khusus Piala WR Supratman. Prestasi itu juga menempatkan Rum layak digelari Ibu Seriosa Indonesia. Rum memang menganbdikan hampir seluruh hidupnya untuk seriosa. Bahkan ketika berbaring di rumah sakit, Rum masih membicarakan seriosa. Dia ingin kaum muda gemar menyanyi seriosa yakni menyanyi dengan dasar yang benar.
Sumber:www.enefnovhy.blogspot.com

2 komentar:

  1. Terimakasih infonya gan….
    salam kenal…

    Bagi yang sedang bingung mencari Arranger untuk mengaransemen lagu anda? Atau anda sedang mencari Pencipta lagu / Songwriter yang bisa membuatkan anda Lagu, Jingle / Spot Iklan, lagu minus one untuk smule ataupun Soundtrack? Anda nggak usah bingung lagi, Intinya kami siap melayani pembuatan musik untuk beragam keperluan dengan harga yang sangat terjangkau …!!!

    Jadi, tunggu apalagi? segera hubungi kami di 085755322149 atau anda bisa mengunjungi website kami di:
    http://www.musicarranger.id
    Jasa Aransemen Musik, Pembuatan Lagu, Jingle / Spot Iklan, Soundtrack dan pembuatan musik minus one secara ONLINE.

    BalasHapus
  2. Keren infonya gan....
    salam kenal...

    ONLINE MUSIC ARRANGER
    www.musicarranger.id
    Jasa Aransemen Musik, Pembuatan Lagu, Jingle / Spot Iklan, Soundtrack dan pembuatan musik minus one secara ONLINE.

    BalasHapus